PKV Games Kisah Seorang Pengembala Babi Yang Tiba-tiba Kaya Dari Bermain Judi Online

PKV Games

PKV Games – Pada era di mana ada sebuah desa terpencil yang lokasinya berada di tiongkok, hiduplah seorang pria pengembala babi yang hidup bersama kemiskinan, dan tinggal tanpa orang tua. Sejak kecil sampai dewasa, pria ini tidak mengenal bersama namanya dunia luar, dan pria ini hanya tinggal di rumah bekas peninggalan orang tuanya yang terlampau jauh berasal dari keramain kota.

Pria ini di tinggal oleh kedua orang tuanya ketika usianya masih meranjak 11 tahun. Sehari-harinya pria ini hanya mengabiskan waktunya bersama membawa babi-babinya keliling-keliling ladang yang ada di dekat rumahnya, dan memakan apa aja yang sanggup di makan olehnya.

PKV Games Online kisah seorng pengembala babi yang tiba tiba kaya dari bermain judi online

Dan pada suatu hari di mana hujan turun terlampau derasnya, supaya membuat atap rumah pria ini hancur dan berterbangan, Dan bagaimana tidak berterbangan, atap rumah pria ini hanya di bangun memakai tepas seadanya saja. Pada sementara itu pria ini merasa berpikir dan merasa membranikan diri pergi ke kota untuk lihat kehidupan yang ada di luar sana. Keesokan harinya, pria ini merasa bergegas pergi ke kota dan tidak lupa termasuk senantiasa membawa babi-babi kesayangannya. Untuk sanggup menggapai kota, pria ini kudu menempuh jarak yang terlampau jauh dan sanggup memakan sementara sampai berjam-jam.

Sesampainya dikota, pria ini merasa heran sementara lihat kendaraan yang terlampau banyak dan di tunggangi oleh banyak orang. Pria ini baru pertama kali lihat keramain di kota dan lihat banyak kendaraaan yang lalu lalang. Lalu di dalam hati pria ini bebicara, binatang apakah yang di tunggangi oleh orang-orang ini, Mengapa tidak ada hentinya dan larinya termasuk cepat sekali. Pria ini pun tambah pusing bersama kehidupan yang ada di kota. Setau pria ini yang di tunggangi di desanya adalah kerbau, yang senantiasa di tunggangi untuk membajak sawah.

Rasa Kepingin tauan pria ini pun tambah besar, dan merasa membranikan diri untuk berkata kepada orang yang ada di sekitarnya. Sebenarnya orang yang berada di sekitarnya termasuk merasa kebingungan bersama tingkah pria ini yang membawa 3 ekor babinya ke kota. Pria ini merasa membranikan diri untuk beri salam semua orang yang ada di dekatnya, dan yang yang benar saja, pria ini tambah di jauhi oleh orang-orang yang di sapa olehnya. Pria ini tambah bingung dan pusing bersama kehidupan di kota ini. Dalam hati pria ini bertanya-tanya lagi, mengapa orang-orang yang saya sapa tambah menahan berasal dari saya, apakah saya terlihat aneh bagi mereka? Lalu pria ini langsung pergi ke sudut kota dan terduduk lelah bersama 3 ekor babi kesayangannya.

Pembicaraan dari pengembala babi

Tak lama sesudah itu lewatlah seorang pria paruh baya yang lihat sipengembala terduduk lemas di sudut kota. Lalu pria paruh baya ini menghampiri sipengembala babi tersebut dan memberinya minum.

Pembicaraan pun dimulai:

Paruh baya : Haiii, apakah saya boleh duduk di sebelah kamu,

Pengembala : Silahkan kak,

Paruh baya : Kelihatannya anda bukan berasal berasal dari kota sini?

Pengembala : iya kak, saya berasal berasal dari desa dan baru pertama kali pergi ke kota.

Paruh baya : Ooo, ternyata anda berasal dari desa ya, jadi mengapa anda senantiasa membawa ketiga ekor babimu kemana-mana.

Pengembala : 3 ekor babi ini adalah teman saya berasal dari kecil kak, semenjak saya di tinggal oleh kedua orang tua saya, mereka lah yang senantiasa menemani saya sehari-harinya kak,

Paruh baya : Oooo, Maaf ya bukan maksud saya untuk mengingat era lalu kamu,

Pengembala : Ya, tidak apa-apa kok kak,

Sebenarnya sipengembala ini masih beertanya-tanya di di dalam hatinya perihal binatang apa yang di tunggangi oleh orang kota tersebut. lalu dia menanyakan kepada si pria paruh baya ini perihal apa yang di tunggangi oleh orang-orang kota ini.

Pengembala : Kak,.. apakah saya boleh menanyakan kepada kakak?

Paruh baya : Silahkan, memangnya apa yang mengidamkan anda tanyakan kepada saya.

Pengembala : Saya senang menanyakan kak, sebenarnya yang mereka tunggangi itu binatang apa ya kak?

Sambil tersenyum dan menahan tawa si pria paruh baya itu berkata kepada sipengembala tersebut.

Paruh baya : itu namanya bukan binatang, tapi itu yang dinamakan kendaraan yang senantiasa digunakan orang kota untuk melaksanakan aktifitas sehari-hari.

Lalu sipengembala pun tambah pusing dan tambah bingung bersama semua yang dia lihat. Tak lama pria paruh baya ini berfikir terkecuali pria yang dia temui ini adalah seorang pria yang baik-baik.